Balekambang – SMK Roudlotul Mubtadiin Balekambang kembali menyelenggarakan tradisi akademik tahunan yang sarat makna: Ujian Kitab Kuning. Ujian ini diikuti oleh kelas akhir yaitu kelas XII SMK sebanyak 123 santri yang secara konsisten mendalami literatur keislaman klasik sebagai bagian dari pembentukan karakter dan penguatan ilmu agama di lingkungan pesantren modern.

Ujian baca kitab dilaksanakan secara serentak dan disaksikan langsung oleh orang tua atau wali supaya orang tua tahu perkembangan selama mondok, selain itu dengan hadirnya orang tuanya dapat memberi motivasi dan menguatkan mental peserta. untuk kegiatan baca kitab diawali peserta mengambil undian materi atau Bab secara acak untuk di baca sekitar 10 menit kemudian penguji memberikan pertanyaan untuk di jawab peserta secara langsung.

Pendidikan kepesantrenan memiliki akar sejarah yang panjang dalam tradisi intelektual Islam di Indonesia. Salah satu ciri khasnya adalah pengkajian kitab-kitab kuning-kitab klasik berbahasa Arab gundul yang menjadi media utama dalam mengkaji berbagai bidang ilmu keislaman, seperti fikih, akidah, tasawuf, hingga tata bahasa Arab. Kegiatan ini tidak hanya membentuk kapasitas intelektual santri, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai moral dan spiritual yang kuat dalam kehidupan mereka sehari-hari.
SMK Roudlotul Mubtadiin, sebagai bagian dari lingkungan pesantren, secara konsisten memadukan pendidikan vokasional (kejuruan) dengan sistem pendidikan tradisional pesantren. Di sinilah para santri tidak hanya dididik untuk menguasai keterampilan kerja sesuai jurusan mereka, tetapi juga dibekali dengan pemahaman agama yang mendalam. Salah satu implementasi dari pendidikan terpadu ini adalah pelaksanaan Ujian Kitab Kuning, yang menjadi bagian integral dari program kepesantrenan di SMK.

Kitab yang menjadi bahan utama dalam ujian tahun ini adalah Fathul Qarib, sebuah karya klasik yang telah menjadi rujukan utama dalam kajian fikih Mazhab Syafi’i. Kitab ini dikenal dengan bahasanya yang padat namun sistematis, sehingga menantang para santri untuk memahami isi kandungan secara mendalam, tidak hanya secara tekstual namun juga kontekstual.
Ujian baca kitab kuning ini tidak hanya menilai pemahaman kognitif para santri SMK terhadap teks, tetapi juga kemampuan mereka dalam menyampaikan, menjelaskan, dan menerapkan nilai-nilai fikih dalam kehidupan sehari-hari. Para santri diuji melalui metode sorogan dan bandongan, Dalam pelaksanaannya, para santri juga diuji kemampuan mereka dalam ilmu nahwu dan shorof untuk memastikan pemahaman mereka terhadap struktur gramatikal teks Arab secara akurat. Ini menjadi penting mengingat kitab kuning disajikan tanpa harakat, sehingga penguasaan dua ilmu tersebut adalah kunci dalam memahami isi kitab secara benar. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen SMK Roudlotul Mubtadiin Balekambang dalam menjaga warisan intelektual Islam klasik di tengah arus globalisasi dan digitalisasi pendidikan. Selain itu, pelaksanaan ujian ini juga menjadi bukti nyata bahwa pesantren mampu memadukan pendidikan keagamaan dan pendidikan kejuruan secara seimbang dan harmonis.

Kepala Sekolah Bapak Arif Munzaki, M.Pd, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa ujian kitab kuning ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter santri sebagai generasi muda yang cinta ilmu, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan zaman dengan landasan nilai-nilai Islam.
Dengan semangat yang tinggi, para santri SMK Roudlotul Mubtadiin menunjukkan antusiasme dalam mengikuti ujian ini. Harapannya, para lulusan nantinya tidak hanya memiliki keahlian di bidang kejuruan, tetapi juga menguasai dasar-dasar keilmuan Islam yang kokoh dan mendalam. Perpaduan dua kekuatan ini akan menjadi modal penting bagi mereka untuk terjun ke tengah masyarakat, baik dalam ranah profesional, sosial, maupun keagamaan, sebagai generasi yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga matang secara spiritual dan etis.




