Selama lima hari pelaksanaan, para santri baru diperkenalkan dengan kehidupan pesantren secara menyeluruh, mulai dari budaya, tata tertib, sistem pendidikan, hingga nilai-nilai yang menjadi ciri khas Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin. Tidak hanya berorientasi pada pengenalan lingkungan, PESABAR juga menjadi sarana pembentukan karakter agar santri mampu beradaptasi dengan baik sejak hari pertama.

Rangkaian kegiatan diawali pada Selasa, 21 Juli 2026 dengan pembiasaan ibadah melalui salat tahajud dan salat subuh berjamaah, dilanjutkan senam sehat serta persiapan kegiatan. Santri baru kemudian mengikuti ziarah muassis pondok sebagai bentuk penghormatan kepada para pendiri pesantren sekaligus mengenalkan sejarah dan perjuangan yang melandasi berdirinya Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin.
Pada hari yang sama, peserta juga memperoleh motivasi dari para alumni. Sesi pertama menghadirkan Riyan Afiza Eka W. yang membagikan pengalaman sebagai alumni entrepreneur, sedangkan sesi berikutnya diisi oleh Farhan Sajid yang memberikan motivasi di bidang akademik. Kehadiran para alumni diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar sekaligus memberikan gambaran bahwa lulusan pesantren mampu berkiprah di berbagai bidang dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.
Memasuki hari kedua, Rabu, 22 Juli 2026 kegiatan diawali dengan pembiasaan ibadah dan pendisiplinan sebelum dilaksanakannya Grand Opening PESABAR 2026. Pembukaan tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian resmi Pengenalan Santri Baru. Selanjutnya, santri mendapatkan materi Pengenalan Pondok Pesantren yang disampaikan oleh Gus Syibromalisi. Dalam sesi ini, peserta dikenalkan pada sejarah pesantren, budaya, tata tertib, serta kehidupan keseharian yang akan mereka jalani selama menempuh pendidikan.
Tema “Pesantrenku Aman, Pesantrenku Nyaman” semakin dikuatkan pada Kamis, 23 Juli 2026. melalui penyampaian materi Melawan Perundungan dan Bullying oleh Polres Jepara. Edukasi tersebut bertujuan membangun kesadaran seluruh santri untuk saling menghargai, menjaga sikap, serta menciptakan lingkungan pesantren yang bebas dari tindakan perundungan dalam bentuk apa pun.
Pada hari yang sama, santri juga memperoleh edukasi mengenai Pencegahan Penyakit Menular yang disampaikan oleh dr. Rizal. Materi ini mengajak para santri membiasakan pola hidup bersih dan sehat sebagai upaya menjaga kesehatan pribadi maupun lingkungan pesantren. Lingkungan yang sehat menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan pesantren yang aman dan nyaman bagi seluruh warga pesantren.
Sebagai bekal menjalani proses pendidikan, peserta juga mengikuti sesi pengenalan unit pendidikan yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin, meliputi Pendidikan Diniyah Formal (PDF) bersama Ust. Mastukin, MTs bersama Usth. Sulistiyani, MA bersama Ust. M. Saifudin, serta SMK bersama Ust. Sholeh. Melalui kegiatan ini, santri baru memperoleh gambaran mengenai sistem pembelajaran serta jenjang pendidikan yang tersedia di lingkungan pesantren.
Rangkaian PESABAR berlanjut pada Jumat, 24 Juli 2026 dengan kegiatan Latihan Baris Berbaris (LBB) sebagai sarana menanamkan kedisiplinan, kekompakan, dan jiwa kebersamaan. Selain itu, kegiatan asrama dan pembiasaan ibadah berjamaah tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh rangkaian acara.
Puncak kegiatan berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026 melalui Sarasehan Keluarga Ndalem, yang menjadi momentum silaturahmi sekaligus penyampaian pesan dan harapan kepada para santri baru. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi motivasi penutupan dan mayoran sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penanda berakhirnya rangkaian PESABAR Tahun Ajaran 2026/2027.
Melalui kegiatan PESABAR, Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang berharap setiap santri baru dapat mengenal lingkungan pesantren dengan baik, beradaptasi secara positif, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap pesantren. Lebih dari sekadar masa orientasi, PESABAR menjadi langkah awal dalam membangun generasi santri yang berilmu, berakhlakul karimah, disiplin, dan mampu menjaga budaya “Pesantrenku Aman, Pesantrenku Nyaman” sebagai identitas bersama di lingkungan pesantren.


